Pulang

Sabtu, 09 Juni 2018

Pulang.

Dulunya kata-kata ini tak berarti banyak bagiku. Tapi entah kapan tepatnya kata ini berarti lebih dari sekedar pulang.
Aku tak pernah pergi jauh dari rumahku. Aku tak pernah pergi jauh dari tanah kelahiranku. Mungkin karena itu aku tak terlalu bisa memaknai apa itu Pulang.
Aku pulang setiap hari. Aku selalu disini, di rumah. Bersama orang tuaku, adik-adikku. Bahkan debu yang selalu menempel di ujung meja belajarku saja mungkin bosan denganku. Karena aku selalu disini.

Sampai akhirnya suatu hari aku mengenal seseorang yang berada jauh dari rumah. Orang yang sudah sejak dulu memaknai pulang dengan rasa yang berbeda. Seseorang yang ketika mendengar atau mengatakan kata “pulang” menjadi begitu special.
Begitu juga ketika aku mengetahui bahwa dia pulang. Dan lebih bahagianya lagi karna aku mengetahuinya sudah di rumah. Saat ini, detik ini. Akhirnya aku dan dia ada dalam zona waktu yang sama.

Dia pulang.

Dia pulang tak hanya membawa senyum bagi orang-orang yang merindukannya tapi juga perasaan bahagia, haru, dan rasa-rasa lain yang tak bisa kugambarkan. Aku yakin tak hanya aku, tapi banyak yang merindukannya.
Aku? Ah. Entahlah ada yang merindukanku atau tidak. Aku kan selalu pulang setiap hari. Aku di rumah.
Lucu, tiba-tiba saja aku ingin dirindukan. Tapi bukankah menyiksa juga mengetahui banyak orang yang menantikan kedatangan kita tapi kita tak bisa memenuhi keinginan mereka. Mungkin karena aku belum mampu melakukan hal itu makanya aku masih disini. Atau aku saat ini masih belum sampai hati membuat orang-orang merindukanku. Ya rindu memang berat. Dilan benar.

Dia pulang.

Membuatku susah berhenti tersenyum. Membuat kantukku hilang. Membuatku tak sabar menunggu hari esok. Membuatku tak sabar merasakannya secara langsung. Membuatku tak sabar merasakan hangat kulitnya. Membuatku tak sabar menghirup aroma tubuhnya. Membuatku tak sabar mendengar suaranya secara langsung. Sungguh, ini sangat ajaib. Hari ini ajaib, dia ajaib, aku ajaib, dunia ini ajaib. Tuhan juga ajaib. Beliau yang paling ajaib. Terimakasih.

Sungguh, aku masih susah percaya. Aku harap esok pagi aku membuka mataku lagi dan semuanya ini tidak berubah. Dia memang pulang. Dia memang disini. Bukan lagi ratusan kilometer jauhnya. Tapi disni, di kota yang sama. Begitu dekat.

Dia memang pulang.

Dia pulang.

Pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS