Lama juga ya tidak menulis disini.
Let me tell you about something. Sesuatu yang bikin aku ngerasa aneh banget belakangan ini.
Sesuatu yang lagi sering banget ngeganggu waktu aku lagi bengong.
Yah, bahkan waktu bengong pun aku gak ngebiarin diriku berhenti mikir.
What if, everything in this world is not real. Hanya sebuah simulasi atau tes.
Gimana kalau ternyata adik-adikku ini nggak nyata. Orang tua, teman teman, pacar. What if they only exist when I stay around them. Terus sisanya mereka wuzzz, hilang. Atau tiba-tiba nge pause.
Mungkin aja kalau saat saat ketika aku nggak lagi komunikasi sama mas pacar, doi itu sebenernya lagi nunggu dan diem gitu. Doing nothing. Terus ketika waktu yang udah di tentukan entah oleh apa, doi akan telpon. Dan sistemnya baru on.
Gimana kalau sebenernya amarah-amarah, hinaan, pujian, dan apapun itu hanya salah satu bentuk ujian semesta aja. Yang harus kita lakukan bukan melawannya tapi hanya menerima dengan lapang dada, menyadari bahwa semua itu memang muncul untuk kita rasakan.
Aku pernah baca, sebelum Tuhan menciptakan rasa bahagia, kecewa, sedih, sakit, marah, beliau sudah pernah meresakannya. Thats why, ada yang bilang Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita sebagai manusia. (Idk, i just don't like to say "umat")
Aku lebih suka menyebut bahwa aku percaya kepadaNya dan aku adalah bagiannya juga.
Makanya suatu hari nanti aku bisa kembali lagi padaNya, dan itu sudah pasti.
Ngomong-ngomong tentang Tuhan yang nggak mungkin kasi cobaan di luar batas kemampuan kita. Jujur sih, dulu aku pernah ngerasa kalau aku nggak kuat juga sama kehidupan yang sangat sangat huwahh ini. Tapi semakin di lawan dan gak terima, justru yang ada makin berat. Padahal kan percaya aja kalau semua yang kita lakukan sekarang ini akan worth it juga pada akhirnya. Walaupun mesti remidi berkali kali.
Padahal, sepertinya semua beban berat ini, semua rasa sakit hati, sedih, marah, kecewa, bahagia dan tawa ini, Tuhan ingin kita mengenal itu semua. Mengenal semua emosi yang mungkin ia ciptakan. Semakin banyak kita tau akan 'rasa' , semakin banyak kita bisa belajar untuk menerima berbagai 'rasa' itu. Dan semakin kita bisa berkata 'tidak apa apa' pada diri sendiri.
Kalau dianggap semuanya ini nggak real, harusnya nggak usah takut dan overthinking dong. Tinggal lihat ritme nya aja. Hidup kayaknya bener bener udah di buat seimbang. Jadi kalau susah susahnya udah banyak dihadapi sekarang, tau kan sisanya tinggal apa?
Yah, kalaupun tulisan tulisan ini cuma aku baca sendiri karena kalian semua itu sebenernya nggak real. Nggak apa apa kok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar