Aku sedang ingin bermain hujan.
Maka aku mimikirkan tentang hujan.
Lalu datanglah hujan.
Kebetulan kah?
Ah tidak juga.
Aku sedang ingin makan pizza.
Maka aku pikirkan kalau bangunan di depanku ini menjual pizza.
Tapi aku tak punya uang. Tidak masalah.
Setelah makan pizza, aku bisa kabur dari sana.
Menyenangkan, bukan?
Aku sedang ingin menari tanpa malu di temani alunan musik pemusik jalanan.
Ada jalan lurus di hadapanku, di depan sana ada persimpangan.
Aku yakin kalau belok kiri akan tembus di alun-alun kota.
Dan benar saja.
Ada musisi jalanan yang sedang menggelar mini konser.
Ayo, menari!
Aku sedang ingin melihatmu.
Menyentuhmu. Merasakan suhu tubuhmu.
Menghirup aroma tubuhmu.
Mengusap pipimu. Ah tidak! Aku lebih ingin menarik pipimu.
Aku ingin memelukmu.
Sangat ingin.
Dan kalau kau mau menciumku, aku tak akan menolaknya.
Tapi kenapa susah sekali memunculkanmu.
Aku memikirkanmu berkali kali.
Mengedipkan mata berkali kali.
Berlari tak jelas arah.
Aku yakin kau ada di balik tembok itu.
Tapi tak juga kutemukan.
Kenapa sulit sekali?
Aku tak sedang memikirkan hujan, tapi tiba-tiba saja turun hujan.
Ada yang memayungiku. Siapa kah?
Belum sempat menoleh, kudengar seseorang berteriak.
Bangun!
Ah, sial.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar