Something that keep me alive

Minggu, 17 April 2022

Ketika kamu nggak tau maumu apa, lalu bagaimana kamu tau kamu mau hidup yang bagaimana? Dan apakah selama ini kamu benar benar hidup?

Hai, sudah lama ya aku tidak menulis disini.
Kabarku saat ini baik. Banyak hal yang sudah mulai berubah. Meskipun baru mulai dari hal hal kecil.
Tapi itu sudah sungguh luar biasa bagiku. 

Banyak hal yang dulu hanya ada di bayangan, satu persatu mulai aku wujudkan. Banyak hal yang dulu tak pernah terpikirkan akan dilakukan satu persatu mulai menunjukkan diri. 
Memang, rasanya belum maksimal. Tapi bukankah sesuatu perubahan besar selalu dimulai dengan hal hal kecil?

Mimpi mimpi masa lalu itu ternyata tidak pernah hilang dari tempatnya. Dia masih ada di dalam diriku. Bersembunyi dan menunggu waktu untuk keluar. Ia menunggu waktu untuk menyadarkanku bahwa semuanya selalu mungkin kalau aku tau apa yang aku mau. Hidup seperti apa yang ingin aku jalani. 

Harapan bahwa kesulitan kesulitan tidak akan bertahan selamanya membuat aku tak sabar untuk terus bergerak dibanding terpuruk dan takut. Harapan bahwa hari hari berikutnya tidak akan berkhianat dengan apa yang sudah di lakukan hari ini dan sebelumnya. Kesadaran bahwa dunia sebenarnya tidak menuntut banyak hal dari kita. Kesadaran bahwa untuk membahagiakan orang orang disekitar adalah dengan menjadi bahagia terlebih dahulu. Kesadaran bahwa hidup adalah milik sendiri, maka lakukan segalanya tanpa rasa takut dan penyesalan. 

Dunia ini begitu luas, banyak hal yang bisa dilakukan. Banyak kisah yang akan terlewati, maka pastikan kisah yang kita buat adalah kisah yang bahagia. Jadi diri sendiri dan positif tanpa harus memaksakan diri. Jadi versi terbaik dari diri kita. 
Tujuanku adalah jadi tenang dan bahagia.

there is no perfect life

Minggu, 06 Maret 2022

Enak ya jadi kamu.

Hah? 

Iya, your life look so perfect.

hahahaha. Trust me, this life is always unperfect. Bahkan kita dateng ke dunia ini kan karena kita ga bisa perform dengan baik di mata semesta. Semua yang dateng kesini tuh ga ada yang sempurna. 
Jadi rasanya percuma mencoba mencari kesempurnaan. Rasanya percuma mencari kebahagiaan yang tanpa celah. Rasanya percuma mengejar semua itu.

hah? 
 
Iya kan? Satu satunya yang bisa dilakukan ya mencoba jadi versi terbaik diri kita. Berusaha perform sebaik mungkin, dan suatu saat dinyatakan lulus tanpa harus mengulang lagi. Mungkin bakalan lama banget. Tapi aku yakin semua usaha dan pelajaran yang kita dapat di setiap harinya, di setiap kehidupan, akan worth it pada akhirnya. 

saat ini aku merasa seperti pecundang

Rabu, 22 Desember 2021

Aku tau blog ini ga ada yang baca, jadi aku mau blak blak-an aja. Terutama buat orang orang di luar sana yang berhasil menemukan hidupnya. Hidup dalam hidupnya. Free and alive!

Aku pernah membayangkan kehidupan yang begitu menyenangkan suatu hari. Bekerja sesuai passion, ikut kegiatan sosial sesekali dan membantu sesama hanya karena aku ingin melakukan. Kenal dengan orang orang hebat dan ikut menjadi hebat setelahnya. 
Aku pernah membayangkan aku yang independent itu sedang bersantai setelah lelah seharian, dengan secangkir teh hangat di malam hari dan camilan + tontonan yang ringan dan menghibur.
Aku pernah membayangkan hidup tanpa bayang bayang ekspetasi orang lain, melakukan sesuatu karena hal itu yang aku yakini harus aku lakukan. Tanpa ada yang bilang "mending ini atau mending itu"

Aku pernah membayangkan hidup dimana aku adalah penentu dari semuanya. Penentu dari jalan apa yang aku ambil, apa yang ingin aku lakukan, kemana kaki ku akan melangkah, jam berapa aku akan pulang, dan lainnya.

Sebenarnya aku masih memikirkan dan membayangkannya sampai sekarang.

Aku berkali kali takjub pada mereka yang berani mengambil langkah besar. Keluar dari zona nyamannya yang aku tau kalau itu tidak sepenuhnya nyaman. Berani menentukan arah hidupnya. Tau kalau dia datang kesini untuk hidup, bukan untuk dipenjara akan hal hal yang sebenarnya tak pernah ia inginkan. Hal hal yang tak pernah ia yakini, hal hal yang tak pernah iya pahami, hal hal yang berbeda dari prinsipnya. 

Menghirup udara dengan rasa yang berbeda. Melangkah dengan penuh makna. Melihat dunia dari sudut yang berbeda. 

Sedangkan aku terlalu pengecut untuk berani mengambil langkah. Aku si pemain aman.
Kapan aku bisa berontak?

2021 IS GREAT, 2022 IS MORE !!

Jumat, 17 Desember 2021

Throwback dari gimana aku mengawali tahun ini dengan RESIGN di bulan Februari. Hahahahha, Resign buat seorang dayu ini udah bukan lagi hal yang mengagetkan. Karena ya kapan sih aku bisa bertahan di satu tempat kerja lebih dari setahun. Sama sekali gak pernah. Alasannya juga ga beda beda jauh sih.

Jujur aja nih, dari segi pertahanan diri emang aku lemah banget. Kalau udah ga nyaman rasanya bener bener mau langsung kabur aja dari tempat itu. Ya awalnya seru sih, tapi entah kenapa keadaan selalu ngebawa aku harus berhadapan lagi sama yang namanya RESIGN.

Oke, skip!
Walaupun di awali dengan RESIGN. Tapi di tahun ini aku bener bener mengalami kemajuan. Dan satu persatu mulai keliatan jalan yang awalnya gelap gulita itu. Iya! Akhirnya aku kembali ke jalur JUALAN, setelah berhenti sekian lama. Hehehehe.
Seriusan deh Tahun ini menurut aku keren, dan sungguh aku menikmati jalanku untuk berproses di Tahun ini. Walaupun pastinya ga bisa jauh juga dari masalah dan banyak hal kurang menyenangkan. Tapi aku mulai bisa sedikit demi sedikit berdamai dengan itu. 
 
Tahun 2021 memang diawali dengan penuh ketidaksiapan. Tapi siapa sangka bisa berjalan sebaik ini. Walaupun masih saja belum bisa sebaik yang lain. Tapi ini jauh lebih baik dari aku yang sebelumnya. Hahhaha. Sungguh keren!
 
Karena itu aku rasa kalau 2022 aku membuat plan yang mantap, pasti tahun 2022 akan jadi jauh lebih baik dari tahun 2021. Entah kenapa aku sangat yakin. Akan banyak hal baru yang menyenangkan sudah menanti untuk dijelajahi. Pintu yang lama tertutup itu akhirnya bisa kuintip sedikit sedikit. Celah kecilnya seakan memanggilku dan bilang "ayo cepat kesini dan bukalah!" 

Tinggal menghitung hari dan saat saat itu akan tiba. Bagaimanapun juga tahun 2022 akan menjadi awal yang baru. Yang akhirnya membuka banyak kesempatan dan peluang untuk banyak hal baik. 
Hai creator! Apa Kau melihatku? Sungguh, jangan tunggu lama lagi, ayo tunjukkan saja jalannya. Aku memang agak kurang siap, tapi memang aku tidak akan pernah siap. Aku tidak pernah siap sampai akhirnya aku memulainya. Aku siap karena aku memulai, bukan memulai karena aku siap.

2021 sangatlah keren, dan 2022 pasti lebih keren lagi. Aku percaya!

untitled

Sabtu, 09 Oktober 2021

Kadang rasanya doa doa orang sekitar untukku tak semata mata agar aku bahagia saja. Tapi bagimana doa doa itu juga karna mereka akan diuntungkan dengan bahagia yang kudapat. Pikiranku yang jahat? Nethink mulu, ga jelas bgt. Pasti beberapa akan bilang begitu.

Aku lupa tepatnya kapan aku mulai berhenti mengharapkan sesuatu dari orang lain dan cuma percaya sama diri sendiri. Dan menyadari kalau aku sebenarnya datang sendiri ke sini, mati juga sendiri. Ga mungkin juga mati mau ajak ajak orang lain kan. Rasanya pengen berjuang untuk diri sendiri, untuk kebahagiaan sendiri. 

Katanya, "emang apa sih yang kamu kejar? hidup itu yang penting bahagia.". Tau kan omongan sama perilaku orang orang sering banget nggak sinkron. Bilangnya sih gitu, tapi pas ijin buat cari kebahagiaan itu malah dihalang-halangi. 

Katanya "apa lagi sih yang bikin stress, kayak gini aja harusnya kamu bersyukur". Gak cukup sampe disitu, belum lagi jadi banding-bandingin betapa lemahnya aku dibanding dia. Adu nasib gak pernah bisa terelakkan. 

Seolah olah yang kita rasakan itu gak sepatutnya utk dirasakan. Hidup bersama tapi rasanya gak sama sama. Hidup bersama tapi ga ada yang tau keadaan satu sama lain. Kalau ada orang orang yg tinggal sendirian di luar sana terus ngeluh mikir kita kita yang stay dirumah ini baiknya bersyukur bersyukur dan bersyukur. Coba sini, tuker posisi yuk sama aku. Mungkin di keluarga kamu enak, tapi ga semua keluarga sama. Kita ga tau strugle apa yang orang rasain. Please jaga omongan dan ketikan.

Ketika dengan susah payah menyembunyikan hati yang makin lama makin ga karuan bentuknya. Ga mau bawa bad vibes ke orang lain. Di sisi lain ada yang seenaknya menyebar bad vibes memaksa untuk dimengerti tapi ga pernah mau ngerti.

Kadang bingung mau cerita ke siapa. 

Katanya, jauh jauh dari lingkungan toxic. Tapi gimana kalau yg toxic itu salah satu anggota keluarga sendiri? Beberapa orang mencoba mendengarkan, berharap bisa bantu cari solusi, tapi ternyata solusi itu sudah pernah aku coba semua dan hasilnya nihil. Akhirnya beberapa dari mereka ikut terhanyut dengan cerita sedihku dan berakhir dengan tatapan simpati yang mengkasihani. Ya, cerita sama orang yang ga ada dalam perahu yang sama emang sulit ya. 

Gimana orang yang naik kapal bisa tau gimana susahnya mengayuh sampan?

Beberapa kaget dibalik aku yang sangat aku ini, ternyata ada aku yang lain. Tatapan mereka berubah seolah tak percaya dengan apa yang aku ceritakan. Kata mereka "Kamu orang paling positif yang pernah aku kenal, seriusan kamu ngalamin itu?" 

Pengen nangis, tapi akhirnya cuma senyum sambil bilang "Sori ya, jadi cerita banyak". Gak banyak yang bisa mereka bilang, dan selalu di akhiri dengan "Semangat ya day"

What if : Bestfriend

Rabu, 06 Oktober 2021

Kenapa ya orang orang yang dari sahabatan terus akhirnya pacaran itu pada gemes gemes gitu. Walaupun keberadaannya bikin teori "cewek dan cowok bisa jadi sahabat tanpa ada perasaan lebih" jadi makin ga valid dan mengkhawatirkan bagi orang yang pasangannya punya sahabat lawan jenis.

Tapi gini gini...
Aku dan pacarku itu dari awal kayak udah sadar gitu kalau kita ada perasaan satu sama lain. Oke iya, dia yang mulai dengan santainya ngegandeng tanganku pas hari pertama ketemu. Setelah 4 bulan kenal dan cuma ngobrol secara virtual. Jadi kan perasaanku berkembang ya, padahal awalnya aku ga mikir ke arah situ, tapi karena doi begitu jadi perkembangan bunga bunga asmaranya jadi express.

Tapi gini gini ...
WHAT IF , gimana seandainya awal awal tuh kita dengan obrolan super seru yang kita miliki itu tuh mulai melabeli hubungan itu sebagai "persahabatan" . Iya ga langsung mikir kalau oke dia partner yang dalam artian pacar gitu. Terus tiba tiba makin lama baru dia bilang kek "eh aku ada suka sama orang nih," 
terus ku jawab "oh ya? Kamu tembak dong dia" sambil dalem hati mulai ada retakan retakan kecil, uhuy.
Terus dia bilang "tapi gimana ya bilangnya?" , terus aku yang kek "ya tinggal bilang aja lah, gampang."
Terus dia bilang "Mau gak jadi pacarku?" , terus aku bilang "iya kayak gitu bener." dan hatiku mulai ga karuan, hiks.
Terus dia bilang lagi "Iya, kamu mau gak?" 

Terus aku yang kayak "eh gimana gimana?" berusaha stay cool

padahal dalam hati dah ASHDKHAGYWHKDAJFOWEHFKASJGDFAO

Oke cringe banget.

Dah gitu aja sih. Hahahahhaha.

Good Morning From September 2022

Sabtu, 02 Oktober 2021

Bangun pukul 5.30 rupanya menjadi suatu kebiasaan akhir akhir ini. Udara segar di pagi hari menjadi sesuatu hadiah langka dari dunia yang tidak rela aku lewatkan. Ada angin yang bertiup lambat dari halaman belakang, kadang membuatku merinding tapi ada perasaan tenang yang aneh juga. Intinya aku menyukainya. 30 menit menjadi waktu untuk diriku sendiri dan dunia. Jangan lupa segelas teh dengan aroma peach hangat atau secangkir good day rasa kacang. Tergantung moodku. 

Dibelahan dunia lain, mereka sedang bersuka cita menyambut musim gugur di bulan oktober. Kalau disini seharusnya bulan depan sudah musim hujan. Selamat datang hari hari dengan menu makan siang mi kuah. Hahahahaha. Atau soto, kari, dan makanan hangat berkuah lainnya. Selamat datang aroma tanah basah. Selamat datang malam malam dingin yang membuat tidur lebih nyenyak di bawah selimut. Setidaknya aku tidak perlu mendengarkan suara hujan dari youtube lagi. Tapi akhir akhir ini cuaca tak menentu, jadi mari berdoa saja.

Pukul 6.00.
Ada seseorang yang harus kubangunkan sebelum menyiapkan bekal makan siang. Iya, memang agak sulit dibangunkan, kadang juga memaksaku untuk balik tergoda untuk tidur lagi. Biasanya butuh 30 menit, tapi kali ini lebih cepat.

Kali ini bekalnya sederhana. Perkedel kentang yang tinggal di goreng. Sayur + bumbu kacang. Atau biasa kita kenal dengan nama pecel. Emang selalu sederhana sih. Kemampuanku masakku tidak terlalu bisa diandalkan. 

Pukul 7.00
Selalu lebih menyenangkan bekerja setelah rumah bersih. Jadi mari menyapu lantai dan membereskan beberapa hal yang berantakan. Contohnya sampah teh kotak yang entah kapan berada di meja. Ya, aku tau pelakunya siapa. Mencuci piring juga (yang ini tidak terlalu favorit)
Memisahkan beberapa baju yang bisa kucuci sendiri dan beberapa harus ku percayakan pada jasa laundry. 
Menyiram beberapa tanaman hias kesayanganku. Tidak banyak karena aku pun tak mau repot. 

Pukul 8.00
Aku suka air dingin. Minum air dingin lebih efektif mengusir rasa ngantuk. Selalu tergoda untuk tidur lagi jam-jam segini. Ya kadang aku lemah dan tidur lagi sampai pukul 10.00 hahaha.
Mulai mengerjakan segala pekerjaan yang harus ku kerjakan. Membalas chat, perencanaan marketing, packing, memesan keperluan yang sudah menipis persediannya, dan banyak lagi.

Sebenarnya ga banyak berubah. Tapi aku cukup menikmati rasa hening ini. Rasanya aku bisa lebih bisa mengendalikan kondisiku. Lebih produktif dan lebih damai. Entah sampai kapan ini bertahan. Sampai akhirnya nanti  ada langkah langkah kecil dengan rasa penasaran yang tinggi selalu aktif bertanya tentang apa yang aku kerjakan. Untuk saat ini seperti ini saja sudah cukup. 

Btw, good morning!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS